Resep makanan kucing agar gemuk, sehat, bebas penyakit

Posted on

Cara memberi makan kucing: Panduan lengkap – Menentukan porsi dan menu makanan untuk kucing bukan pekerjaan ringan. Hal itu memerlukan ilmu dan pemahaman khususnya hal-hal terkait dengan umur, kondisi fisik, tingkat aktivitas, dan riwayat kesehatan kucing. Berikut ini adalah panduan yang dibuat selengkap mungkin mengenai dasar-dasar pemberian makan untuk kucing kesayangan kita.

Kita bisa menghindari masalah-masalah kesehatan kucing, termasuk penyakit saluran kemih dan obesitas, dengan mengikuti petunjuk yang tepat saat memberi makan kucing. Jadi, perlu kita pelajari kelebihan dan kekurangan berbagai macam makanan kucing dan cara membuat makanan kucing yang rutin diberikan kepada hewan peliharaan. Pastikan kita mendapat makanan kucing yang bersertifikat atau kita bisa mendiskusikan pilihan pemberian makanan dengan dokter hewan jika kita memiliki pertanyaan atau keraguan.

Cara Memilih Makanan Kucing

Pahami kebutuhan nutrisi dasar kucing. Kucing dewasa dengan bobot normal perlu sekitar 250 kalori sehari dengan karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral seimbang. Keperluan kalori kucing tergantung pada ukuran, bobot badan, dan tingkat aktivitas.

Kucing termasuk karnivora obligat.” Artinya, dia perlu mengonsumsi lemak dan protein hewani supaya memperoleh nutrisi cukup. Pastikan makanan kucing bisa mencukupi keperluan nutrisi kucing.

Namun perlu diingat, jangan abaikan asupan cairan. Air sangat penting dalam pola makan kucing, dan kucing pengonsumsi makanan kering perlu minum lebih banyak karena tidak memperoleh cairan ekstra dari makanannya. Bersihkan mangkuk air kucing dan gantilah airnya secara teratur. Sumber air mancur atau air yang menetes juga bisa membantu meningkatkan asupan air bagi kucing dengan membuat kucing tetap terhibur.

Tentukan apakah akan menggunakan makanan kaleng atau makanan kering. Makanan kaleng dan makanan kering memiliki manfaat bagi kucing. Biasanya, tidak masalah jika kucing makan makanan kering, ditambah dengan minum air bersih dalam jumlah banyak. Jika kita peduli dengan kebutuhan kucing, bertanyalah pada dokter hewan demi membantu kita memutuskan makanan terbaik untuk kucing kita.

Jika kucing memiliki masalah saluran kemih, diabetes, atau penyakit ginjal, cairan ekstra dalam makanan kucing kaleng bisa membantu kucing agar tetap mendapat asupan cairannya. Makanan kucing kaleng bisa mengandung hingga 78 persen air.

Makanan kering biasanya bernilai lebih baik karena sedikit mengandung cairan.

Kandungan protein dan karbohidrat dalam makanan kering dan basah berbeda-beda sesuai dengan resepnya. Makanan kering cenderung lebih “padat kalori”, memiliki lebih banyak kalori per porsi karena tidak memiliki kandungan cairan lebih tinggi seperti makanan basah.

Pertimbangkan untuk memberikan kombinasi makanan kaleng dan makanan kering pada kucing. Menggunakan kombinasi makanan basah dan kering bisa membantu kucing supaya tetap mendapat asupan cairan yang lebih baik daripada makan makanan kering saja. Kucing, yang bisa menjadi pemilih makanan, mungkin juga menyukai variasi makanannya.

Jika kita memutuskan untuk memberikan kombinasi makanan pada kucing, kita perlu berhati-hati jangan sampai terlalu banyak. Pastikan makanan yang kita sediakan pada kucing di waktu-waktu makan menyediakan kalori dan nutrisi memadai.

Belilah makanan berkualitas tinggi. Sama dengan makanan manusia, makanan kucing berkualitas memiliki protein, lemak, karbohidrat, vitamin, dan mineral seimbang. Pilihlah makanan kucing yang menggunakan protein dan lemak hewani. Kucing perlu sumber hewani untuk mendapat nutrisi penting seperti taurin dan asam arakidonik yang tidak bisa didapatkan dari makanan berbahan dasar nabati.

Hindari makanan yang mengandung pewarna dan perasa artifisial atau zat kimia berbahaya.

Pahami bagaimana cara menginterpretasikan label makanan. Mencoba memahami apa kandungan di dalam makanan kucing yang kita beli bisa menyulitkan. Mencari beberapa petunjuk saat membeli makanan kucing adalah yang penting:

  • Jika nama produk menggunakan kata seperti “tuna (tuna)” atau “ayam (chicken)” sebelum kata-kata “makanan kucing (cat food)”, maka produk itu mengandung setidaknya 95 persen bahan itu. Misalnya, “ Makanan Kucing Ayam (Chicken Cat Food)” berarti harus mengandung setidaknya 95 persen daging ayam.
  • Kata “dengan (with)” dalam nama produk berarti produk itu bisa mengandung setidaknya 3 persen bahan itu. “Makanan Kucing dengan Ayam (Cat Food with Chicken)” bisa jadi hanya mengandung 3 persen daging ayam, sedangkan “Makanan Kucing Ayam” setidaknya mengandung 95 persen daging ayam.
  • Makanan kucing yang mengandung kata-kata seperti “makanan lengkap (dinner)” atau “makanan utama (entrée)” mengandung kurang dari 95 persen daging tetapi lebih dari 25 persen daging. Seringkali, produk-produk ini menggunakan biji-bijian atau sumber protein lain, seperti produk-produk turunan untuk menambah kuantitas makanan.
  • Ada pula beda antara “daging (meat),” “turunan daging (meat by-product)”, dan “cincang (meal).” ”Daging” mengacu pada daging (otot dan lemak) hewan dan biasanya dianggap sebagai sumber protein berkualitas paling tinggi. “Turunan daging” adalah bagian bukan daging yang bersih seperti organ tubuh, tulang, otak, dan darah. Makanan seperti ini tidak buruk untuk kucing (ingatlah, banyak manusia yang juga makan organ tubuh hewan), tetapi makanan itu bisa saja mengandung protein berkualitas rendah daripada daging.
  • “Cincang” adalah jaringan atau tulang yang dicincang halus dan seringkali dianggap sebagai sumber protein berkualitas terendah.

Pertimbangkan untuk memberikan makanan buatan rumah pada kucing. Jumlah pemilik kucing yang meningkat membuat sendiri makanan kucingnya.

Makanan kucing buatan rumah bisa memberikan bahan-bahan sehat yang lebih segar yang tidak mengandung zat tambahan dan zat pengawet seperti yang ada pada kebanyakan makanan kucing komersial. Hanya saja membuat makanan kucing sendiri biasanya merupakan pilihan yang sangat menghabiskan waktu dan mahal, dan perlu persiapan yang hati-hati untuk menghindari kontaminasi bakteri.

Jika kita memutuskan untuk memberi makanan kucing buatan rumah, kita perlu berhati-hati mencari resep dari sumber tepercaya. Telitilah apakah resep itu menyediakan informasi nutrisi termasuk kandungan kalori dan perbandingan kalsium dengan fosfor yang tepat.

Pertimbangkan untuk memiliki penggiling daging dan/atau alat pengolah makanan supaya pekerjaan menyiapkan makanan kucing lebih mudah.

Ingatlah, kucing perlu makan makanan berbahan daging, tapi kucing juga perlu lebih dari sekadar daging untuk memelihara pola makan yang sehat. Karbohidrat, seperti nasi atau jagung, boleh diberikan asal dalam jumlah kecil. Pastikan bahan-bahan makanan itu mengandung asam lemak, asam amino, vitamin, dan mineral.

Menghitung Kebutuhan Makanan Khusus Kucing

Cari tahu apakah kucing kita menderita kegemukan. Satu dari lima kucing peliharaan menderita kegemukan. Kelebihan bobot badan bisa memicu masalah kesehatan seperti diabetes, penyakit sendi, dan masalah sirkulasi darah pada kucing. Kita bisa mengetahui apakah kucing perlu menurunkan bobot badan atau tidak dengan menyentuh perutnya. Jika kita tidak bisa merasakan tulang iga dekat bagian atas dan samping perut, maka kucing bisa jadi kelebihan bobot badan.

Dokter hewan juga bisa membantu kita untuk mengetahui kisaran bobot badan sehat pada kucing.

Lakukan uji “skor tubuh” pada kucing. Kebutuhan kalori tiap kucing bisa bervariasi menurut kemasan makanan kucing. Cara terbaik untuk mengetahui apakah kucing kelebihan atau kekurangan berat badan adalah dengan menggunakan tes “skor tubuh”. Tes ini memeriksa bentuk badan kucing dan menentukan seberapa banyak lemak yang menutupi tulang.

Sebagian besar skema skor tubuh kucing menggunakan skala penilaian dari 0-5 atau 0-10. 0 merepresentasikan emasiasi (kucing berbobot rendah dan kelaparan) dan 5 atau 10 merepresentasikan kegemukan. Bobot badan ideal hewan peliharaan adalah berada di tengah kisaran skor: 3 untuk skala 0-5 dan 5 untuk skala 0-10.

Kita harus bisa merasakan tulang iga saat meraba perut dan dada kucing dengan jari, tetapi jari tidak boleh terjepit di antara tulang iga. Jika tulang iga kucing terlalu menonjol, maka ini adalah tanda kucing itu kekurangan bobot badan. Jika kita tidak dapat merasakan tulang iga kucing, atau lemak lembut yang menutupinya, maka ini adalah tanda kucing itu kelebihan berat badan.

Jika melihat kucing dari samping dan atas, kita harus bisa melihat pinggang kucing. Jika kucing tampak lebih lonjong dan pinggangnya kurang terlihat, berarti kucing kelebihan berat badan. Jika pinggang kucing tampak “ketat” (seperti anjing greyhound), maka kucing kekurangan berat badan.

Perut kucing tidak boleh terlihat menggantung; jika menggantung, ini adalah tanda kalau kucing terlalu banyak memiliki lemak perut.

Sesuaikan pemberian makan sesuai dengan kebutuhan kucing. Jika kucing kelebihan bobot badan (atau kekurangan bobot badan), sesuaikan jumlah pemberian makan sampai 10 persen. Kemudian, ujilah kucing dengan tes skor tubuh kucing lagi dalam dua minggu. Buatlah penyesuaian berdasarkan perubahan bentuk tubuh kucing.
Hendaknya kita tidak membuat perubahan ekstrem pada pola makan kucing. Kucing memiliki metabolisme yang unik dan kekurangan kalori ekstrem bisa memicu gagal hati.

Sediakan makanan pengatur berat badan sesuai resep dokter pada kucing. Makanan resep dokter banyak tersedia dari dokter hewan dan bisa membantu memberikan nutrisi tepat untuk kucing sekaligus mendorong penurunan berat badan. Ada beberapa macam makanan resep dokter, jadi bertanyalah pada dokter hewan untuk mengetahui apa yang terbaik untuk kucing.

Makanan rendah kalori, berserat tinggi mengandung serat ekstra untuk membantu kucing supaya merasa kenyang. Berat badan kucing perlahan akan turun selama beberapa minggu. Contohnya adalah Purina OM (Obesity Management) dan Hills RD.

Makanan berprotein tinggi adalah makanan mengandung protein tinggi, berkarbohidrat rendah untuk disesuaikan dengan pencernaan alami kucing. Memberikan makanan berprotein hewan tinggi pada kucing bisa mendorong penurunan berat badan. Hills MD adalah contohnya.

Makanan metabolik dibuat untuk merangsang metabolisme kucing. Satu-satunya makanan macam ini yang tersedia untuk kucing adalah Hills Metabolic Diet (Feline).

Pertimbangkan makanan “Tahapan Kehidupan”. Kebutuhan makan kucing berbeda-beda tergantung pada tahapan kehidupannya dan memberi makan kucing sesuai kebutuhan pada tiap tahapannya adalah hal yang penting. Secara umum, ada tiga tahapan kehidupan untuk dipertimbangkan saat menentukan makanan kucing: anak kucing, dewasa, dan senior.

Anak kucing mengacu pada kucing berumur mulai dari waktu disapih hingga 12 bulan. Anak kucing perlu lebih banyak protein dan kalori karena masih berkembang. Makanan anak kucing juga memiliki keseimbangan mineral berbeda untuk mendukung kebutuhan nutrisi kucing yang sedang berkembang.

Kucing dewasa mengacu pada kucing umur 1-7 tahun. Makanan kucing dewasa memiliki keseimbangan nutrisi yang baik untuk membantu memelihara berat badan yang ideal.

Senior mengacu pada kucing berumur 8 tahun ke atas. Kucing senior seringkali mengalami masalah kesehatan atau kekurangan mobilitas. Kucing seperti ini perlu nutrisi seperti glukosamin dan asam lemak. Makanan-makanan seperti ini biasanya mengandung sedikit protein, yang bisa merusak ginjal kucing dengan umur lebih tua.

Ada pula makanan “gaya hidup”, misalnya untuk kucing yang dikebiri atau kucing dalam rumah. Makanan-makanan ini biasanya mengandung kalori lebih rendah daripada makanan kucing biasa, tetapi itulah satu-satunya perbedaan prinsipnya.

Berkonsultasilah pada dokter hewan mengenai makanan resep dokter untuk kondisi medis. Jika kucing memiliki kondisi medis, misalnya diabetes, penyakit saluran kemih, penyakit sendi, atau penyakit ginjal, bertanyalah pada dokter hewan mengenai makanan kucing apa yang paling baik untuk kucing. Beberapa makanan resep dokter tersedia untuk berbagai kondisi ini, meskipun para ahli tidak selalu sepakat dengan keefektifannya.

Makanan kucing diabetes biasanya menghilangkan zat penghasil kelembapan dan beberapa macam karbohidrat untuk membantu mengendalikan dan mengatur gula darah kucing. Kucing diabetes juga perlu penanganan dengan insulin. Berkonsultasilah dengan dokter hewan mengenai kebutuhan kucing kita.

Kucing dengan perut sensitif atau penyakit radang usus bisa mendapatkan manfaat dari makanan berbahan terbatas atau makanan resep dokter, misalnya Hills i/d, Purina EN, atau Royal Canin Veterinary Diet Gastrointestinal.

Kucing dengan masalah saluran kemih seringkali memperoleh manfaat dari makanan yang mengendalikan mineral yang bisa meningkat dalam tubuh kucing. Purina UR, Hills CD, Hills XD, dan Royal Canin Veterinary Diet Urinary SO adalah contoh-contoh jenis makanan ini.

Menentukan Pola Rutin Pemberian Makan

Buatlah waktu pemberian makan yang konsisten. Ketika memutuskan jenis makanan apa yang akan diberikan untuk kucing, buatlah waktu pemberian makan yang teratur dan konsisten. Rutinitas pemberian makan yang teratur akan membantu kucing merasa senang dan nyaman.

Mengacaukan jadwal pemberian makan kucing bisa menyebabkan stres serta menimbulkan masalah pencernaan dan masalah kesehatan lainnya.

Lakukan pengendalian porsi makan. Beri makan dengan jumlah yang sama. Hal ini dapat membantu kita memantau nafsu makan kucing dan dengan cepat mengenali adanya perubahan.

Tak ada standar umum seberapa banyak makanan yang harus diberikan karena adanya variasi dalam ukuran, umur, tingkat aktivitas, dan berat badan. Sebagai referensi, kucing dengan berat rata-rata 3,6 kg perlu sekitar 250 kalori per hari untuk memelihara nutrisi yang tepat. 250 kalori sama dengan sekitar 160 gram makanan kering atau kurang dari 170 gram makanan basah.

Gunakan panduan pemberian makan pada kemasan makanan atau situs web produsen sebagai permulaan. Lalu atur jumlahnya sesuai berat badan dan respons kucing.

Buatlah jadwal makan bebas untuk kucing tertentu. Meskipun jadwal pemberian makanan teratur adalah yang terbaik untuk kebanyakan kucing, jadwal makan bebas sesuai untuk sebagian kucing. Jadwal makan bebas memungkinkan kucing untuk makan saat lapar dan makan dalam porsi kecil tetapi sering, yang merupakan perilaku alami. Hal ini juga dapat membantu jika jadwal biasa tidak memungkinkan pemberian makan beberapa kali sehari. Kucing menyusui biasanya diberi jadwal makan bebas karena keperluan nutrisinya lebih besar dari kucing yang tidak menyusui.

Kekurangan potensial dari jadwal makan bebas adalah kita tidak bisa memantau perubahan dalam nafsu makan dengan lebih teliti dan kucing tertentu akan makan berlebihan saat diberi akses bebas pada makanan. Perhatikan selalu berat badan kucing dan sesuaikan jika diperlukan.

Sediakan mangkuk makanan dan mangkuk air terpisah untuk tiap kucing. Kucing bisa menjadi protektif, apalagi jika ada kebingungan mengenai mangkuk-mangkuk mana yang menjadi miliknya.

Mangkuk logam antikarat kecil cukup kokoh dan mudah dibersihkan, sehingga bisa menjadi pilihan yang baik. Pastikan untuk mencuci mangkuk kucing setelah makan dan menyediakan air bersih dan segar setiap saat.

Pertimbangkan umur kucing. Pada saat kucing tumbuh dan bertambah usia, maka keperluan nutrisinya pun berkembang. Selain menggunakan pemberian makanan sesuai tahapan kehidupan, kita perlu memberi makan kucing secara berbeda tergantung pada usianya.

Anak kucing harus menerima semua nutrisi dari ASI induknya untuk empat hingga enam minggu pertama kehidupannya. Saat anak kucing siap disapih, gunakan makanan khusus untuk anak kucing. Sediakan makan 5-6 kali sehari—anak kucing perlu porsi makanan lebih sering dan lebih kecil sepanjang hari.

Kucing dewasa bisa diberi makan dua kali sehari. Gunakan porsi terukur dan sesuaikan jumlahnya saat kucing bertambah umur dan menjadi kurang aktif.

Kucing lebih tua hanya perlu makan satu kali sehari. Ikuti selalu saran dokter hewan mengenai keperluan nutrisi khusus kucing.

Jangan berikan terlalu banyak camilan pada kucing. Memberikan camilan komersial, atau salmon atau tuna kaleng pada kucing boleh saja, tetapi dengan jumlah yang ideal. Jumlah camilan tidak lebih dari 5 persen dari asupan keseluruhan kucing.

Memberikan terlalu banyak camilan pada kucing bisa menimbulkan obesitas dan bisa memicu masalah pencernaan.

Camilan berlebihan juga bisa berarti kalau kucing memilih untuk makan makanan biasa lebih sedikit, yang bisa menyebabkan ketidakseimbangan nutrisi.

Memberikan tuna pada kucing boleh saja, sebagai camilan yang diberikan sekali-sekali, tetapi tuna tidak mengandung nutrisi-nutrisi yang diperlukan kucing, jadi pastikan tuna tidak menjadi pengganti makanan.
Hindari makanan berbahaya.

Ada beberapa makanan yang berbahaya bagi kesehatan kucing. Beberapa makanan yang harus dihindari adalah:

Susu dan produk susu: Kucing tidak toleran terhadap laktosa, dan susu (selain ASI kucing) bisa memicu diare dan masalah pencernaan. Tremorgenic mikotoksin bisa terbentuk pada produk susu kedaluwarsa dan sangat berbahaya bagi kucing.

Anggur dan kismis: Meskipun alasannya tidak sepenuhnya dipahami, anggur dan kismis berakibat buruk bagi kucing dan anjing. Kedua makanan ini bisa menyebabkan gagal ginjal pada kucing atau menyebabkan muntah.
Adonan roti mentah: Adonan mentah dengan ragi hidup di dalamnya bisa berbahaya untuk kucing dan bisa menyebabkan masalah perut.

Cokelat: Meskipun kucing biasanya tidak tertarik makan cokelat, tetapi cokelat masih harus dijauhkan dari jangkauannya.

Bawang bombai/bawang putih/bawang merah/daun bawang: Bumbu-bumbu ini dan sayuran semisal bawang bombai bisa menyebabkan anemia dan masalah sel darah merah serius lainnya.

Tips

Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) tidak mengatur penggunaan kata-kata seperti “premium” pada kemasan makanan hewan peliharaan. Makanan kucing “premium” bisa mengandung bahan-bahan atau nutrisi yang lebih baik daripada makanan yang lebih murah. Periksa selalu informasi nutrisi pada label kemasan untuk mengetahui apa yang kita berikan pada kucing.

Waspadalah selalu faktor-faktor lingkungan semisal jumlah hewan, suhu, dan iklim bisa mempengaruhi kebiasaan makan kucing. Jika nafsu makan kucing berubah, maka tidak selalu merupakan tanda adanya masalah besar. Pantau nafsu makan, tingkat aktivitas, berat badan, kilau bulu, dan kejernihan mata kucing untuk membantu mengetahui jika ada masalah yang lebih besar. Hanya saja jika kucing tidak makan lebih dari 24 jam, buatlah segera jadwal untuk pergi ke dokter hewan.

Sumber: id.wikihow.com

Kembali ke artikel utama “Resep makanan kucing agar gemuk, sehat, bebas penyakit

Kata Kunci :

  • cara membuat makanan kucing
  • cara membuat makanan kucing dari tempe
  • membuat makanan kucing
  • manfaat tempe untuk kucing
  • cara buat makanan kucing
  • resep makanan kucing
  • tempe untuk kucing
  • membuat makanan kucing sendiri
  • cara membuat makanan kucing sendiri
  • makanan kucing buatan sendiri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *